Tampilkan postingan dengan label Dompet Dhuafa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dompet Dhuafa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

KAMI Ponorogo Gelar Seminar Kemandirian BMI Purna

Peserta Seminar Keluarga Migran Ponorogo
Ponorogo, KAMI (Keluarga Migran Indonesia) Ponorogo bekerjasama dengan Migrant Institute (MI) – Dompet Dhuafa (DD) menggelar Road Show seminar kemandirian BMI (Buruh Migran Indonesia) Purna di Balai Desa Karangpatihan, Balong, Ponorogo pada Selasa (6/3/2012).

Seminar yang bertajuk “Bahagia di Negeri Sendiri” ini dihadiri oleh 85 peserta. Terdiri dari BMI Purna atau keluarganya, perwakilan Mahasiswa IKIP PGRI, perwakilan Komunitas SETENPO (Semua Tentang Ponorogo) dan perwakilan Media Mataraman Ponorogo.



Foto bersama seusai acara
Sebagai pembawa acara, Siti Ruliyah – volunteer DDHK dan tim koordinator KAMI Kecamatan Sukorejo.

Wakil Ketua KAMI, Tri Wahyuni dalam sambutannya menjelaskan bahwa seminar ini merupakan lanjutan Road Show Seminar KAMI bagi BMI Purna dan keluarganya yang ke-empat, setelah Setelah sebelumnya menggelar acara yang sama di Kupuk - Bungkal, Beton – Siman dan Joho – Dagangan – Madiun beberapa waktu lalu. Dengan harapan semoga dengan acara seperti ini, BMI Purna bisa saling mengenal, bersilaturahmi dan bekerja sama. 

Dipilihnya Karangpatihan sebagai tempat acara karena memang dari keterangan Bapak Lurah Eko daerah sana banyak sekali BMI, baik yang masih di Negara penempatan maupun purna. Dan banyak BMI yang masih susah keluar dari zona siklus “berangkat-pulang-pergi”. Bagi BMI Purna juga masih banyak yang kesulitan dan bingung untuk memulai usaha di daerahnya sendiri. 

Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi menyatakan  sangat senang dan memberikan apresiasi positif terhadap program KAMI Ponorogo yang kebetulan pula sangat sesuai dengan bidang beliau, sosial dan pemberdayaan masyarakat. Beliau juga mengharapkan dengan acara seperti ini mampu merubah mindset masyarakat bahwa bekerja dan berusaha di negeri kita pun juga enak, asal kita sungguh-sungguh, ikhlas dan bersyukur untuk menikmatinya sebagai contoh keluarga beliau sendiri. "Betapa bahagianya sama-sama bekerja di rumah, dekat dengan anak dan istri tercinta", tambahnya.

“Soal teknis skill dan sebagainya kami yakin sudah banyak di antara saudara kita yang punya, namun yang juga perlu dibahas dan menjadi fokus seminar kita kali ini adalah soal mindset (pola pikir) bagaimana bisa berwirausaha, menumbuhkan semangat kemandirian dan menjaga keutuhan keluarga, kerja di sini pun enak, dekat sama keluarga dan bahkan saya juga tak akan mengizinkan istri saya bekerja ke luar negeri lagi” , tuturnya. 

Beliau juga menceritakan tentang program pembangunan ekonomi desa Cintai Produk Desa dengan “1 RT 1 Produk” yang bisa mengkayakan orang kita sendiri daripada bangsa lain.
Acara selanjutnya testimoni Bu Sulastri, BMI sukses dari Karangpatihan yang dulu pernah bekerja di Uni Arab Emirat, yang sekarang berhasil membuka usaha jasa angkutan / material.

Acara inti disampaikan oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo sekaligus Manajer KAMI Center Ponorogo, Rohmadi Edogawa, M.Pi. dimulai dengan sosialisasi pengenalan KAMI, program kerja dan tujuan didirikannya. Dengan bertambahnya jumlah BMI ke luar negeri, semakin banyak pula taraf ekonomi masyarakat yang meningkat dan hal ini diikuti pula oleh masalah lain baik pra pemberangkatan, di negara tujuan maupun purna BMI. Hal inilah yang menjadikan DD-MI dan para anggota KAMI tergerak hatinya untuk berkecimpung dalam Advokasi dan pemberdayaan kemandirian. Salah satu tujuan seminar ini untuk merubah pola fikir yang salah dan membuang gengsi. 

Hendaknya kita bahagia dulu, baru sukses. Mari kita selalu bergerak, berusaha, bersemangat, ikhlas, bersyukur dan jangan sombong. 

Antusias Peserta Seminar KAMI
Peserta BMI (eks TKL)

Terlihat peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi acara dan mereka benar-benar mengharapkan adanya kelanjutan program yang riil atas diselenggarakannya acara ini. 

Sebagai hasil dari seminar ini, selanjutnya akan dilaksanakan tahap II dan dibentuk tim yang terdiri dari beberapa peserta dari Karangpatihan maupun dari daerah lainnya yang serius untuk sama-sama belajar berbisnis dan bekerjasama membangun kemandirian .

Setelah acara selesai, obrolan santai dan hangat begitu dinikmati sebagian peserta karena Bapak Lurah masih mau bercerita membagi ilmu dan pengalaman beliau yang patut diacungi jempol dan memberi inspirasi. Beliau sangat senang dengan hadirnya KAMI (organisasi BMI, non profit dalam sosial dan pemberdayaan) juga mengharapkan agar kerjasama ini berlanjut dan berkesinambungan.

Ke depan, semua pihak berharap sama, menjalin
Obrolan santai seusai acara
dan membina hubungan silaturahmi agar dapat semakin erat, terus berlanjut dan berkesinambungan. Semoga seluruh BMI bisa sukses di rantau dan semakin  mandiri di negeri sendiri. Berarti pula, perlu diakui akan dapat membangun Ponorogo ini dan Indonesia tercinta . (Seftyna/KAMI)











Sabtu, 17 November 2012

Pertemuan Nasional KAMI (Keluarga Alumni Migran Indonesia)

 


Migrant Institute Dompet Dhuafa Gelar Pertemuan KAMI Tingkat Nasional

Jogjakarta, 17 November 2012


Sebagai bentuk keprihatinan dan keseriusan Migrant Institute Dompet Dhuafa ( MI-DD) terhadap BMI Purna, khususnya Purna Hong Kong, MI DD menggelar Pertemuan Nasional Keluarga Alumni Migran Indonesia (KAMI) di Jogyakarta, pada Hari Sabtu-Minggu, 17-18 November 2012.

Pertemuan tersebut dihadiri 30 Buruh Migran Indonesia (BMI) purna yang pernah bekerja di Hong Kong.
Direktur Migrant Institute, Adi Candra Utama menuturkan pertemuan ini untuk membuktikan komitmen Migrant Institute dan secara umum Dompet Dhuafa dalam ikhtiar pengembangan kapasitas sumber daya manusia. “Terutama dalam pengembangan kemandirian kapasitas buruh migran Indonesia purna. Karena kita tahu sebenarnya Dompet Dhuafa sudah lama bekerja pada isu buruh migran,” ujar Adi.
 

Namun, imbuh Adi, ikhtiar yang dilakukan selama ini masih berada di wilayah negara penempatan buruh migran. “Oleh karena itu, pertemuan ini digelar untuk menuntaskan ikhtiar ini. Bagaimana sentuhan-sentuhan yang diberikan selama ini di negara tempat mereka bekerja bisa berlanjut di Indonesia,” paparnya.
 

Target pertemuan tersebut ialah terbentuk satu wadah para BMI Purna dan keluarganya yang memutuskan mata rantai agar  tidak lagi menjadi buruh migran . Selanjutnya, mereka memutuskan untuk membangun satu kondisi kemandirian di tanah kelahirannya, Indonesia.

Kemandirian BMI purna ini memang menjadi fokus diskusi pertemuan. General Manager Relief Dompet Dhuafa, Bambang Suherman mengatakan usaha memandirikan BMI Purna belum optimal.
“Memandirikan BMI adalah ‘lubang’ yg belum diperhatikan pada peta kelola BMI pascabalik ke Indonesia,” terang Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, Dompet Dhuafa melalui Migrant Institute memfasilitasi para BMI Purna dengan berbagai penyaluran. “Ruang aktualisasi teman-teman BMI Purna ini apakah memang hanya membuat bisnis saja? Kan enggak,” imbuhnya.


Padahal, migran dalam lingkup pemberdayaan tidak hanya soal bisnis atau berdagang. “Salah satunya ada ruang pendidikan yang harusnya bisa menjadi media, aktualisasi diri dan masih banyak ruang lainnya,” imbuh Bambang.


Setelah sekian tahun di luar negeri, BMI Purna diharapkan dapat mengembangkan potensi kemampuan resisten atau bertahannya. Dengan modal tersebut sejatinya mereka bisa mandiri dan berkembang jauh dibanding saat menjadi BMI.


Kali ini dari KAMI Ponorogo diwakili oleh Mbak Sulistyoningsih selaku Koordinator Simpul Daerah yang saat ini menjadi Ketua KAMI Ponorogo, Mbak Tri W yang menjadi pengurus KAMI Ponorogo dan Mbak Uswatun Khasanah dari Madiun yang juga gabung di KAMI Ponorogo.

Harapan KAMI Ponorogo, semoga ke depan membawa segala kebaikan
dan  keberkahan.
Dan semoga segalanya diberi kelancaran oleh - Nya sehingga apa yang KAMI harapkan bisa terealisasi , NYATA TERWUJUD. Aamiin Yaa Robb
Ciayoooooo .... Kayaooooo ..... Semangat ALL ...
Barokalloh


https://www.facebook.com/kami.ponorogo/media_set?set=a.1458922744327840.100006303843718&type=3
http://www.dompetdhuafa.org/meniti-kemandirian-bmi-purna-migrant-institute-gelar-temu-nasional/