Jogjakarta, 17 November 2012
Sebagai bentuk keprihatinan dan keseriusan Migrant Institute Dompet Dhuafa ( MI-DD) terhadap BMI Purna, khususnya Purna Hong Kong, MI DD menggelar Pertemuan Nasional Keluarga Alumni Migran Indonesia (KAMI) di Jogyakarta, pada Hari Sabtu-Minggu, 17-18 November 2012.
Pertemuan tersebut dihadiri 30 Buruh Migran Indonesia (BMI) purna yang pernah bekerja di Hong Kong.
Direktur Migrant Institute, Adi Candra Utama menuturkan pertemuan ini untuk membuktikan komitmen Migrant Institute dan secara umum Dompet Dhuafa dalam ikhtiar pengembangan kapasitas sumber daya manusia. “Terutama dalam pengembangan kemandirian kapasitas buruh migran Indonesia purna. Karena kita tahu sebenarnya Dompet Dhuafa sudah lama bekerja pada isu buruh migran,” ujar Adi.
Namun, imbuh Adi, ikhtiar yang dilakukan selama ini masih berada di wilayah negara penempatan buruh migran. “Oleh karena itu, pertemuan ini digelar untuk menuntaskan ikhtiar ini. Bagaimana sentuhan-sentuhan yang diberikan selama ini di negara tempat mereka bekerja bisa berlanjut di Indonesia,” paparnya.
Target pertemuan tersebut ialah terbentuk satu wadah para BMI Purna dan keluarganya yang memutuskan mata rantai agar tidak lagi menjadi buruh migran . Selanjutnya, mereka memutuskan untuk membangun satu kondisi kemandirian di tanah kelahirannya, Indonesia.
Kemandirian BMI purna ini memang menjadi fokus diskusi pertemuan. General Manager Relief Dompet Dhuafa, Bambang Suherman mengatakan usaha memandirikan BMI Purna belum optimal.
“Memandirikan BMI adalah ‘lubang’ yg belum diperhatikan pada peta kelola BMI pascabalik ke Indonesia,” terang Bambang.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, Dompet Dhuafa melalui Migrant Institute memfasilitasi para BMI Purna dengan berbagai penyaluran. “Ruang aktualisasi teman-teman BMI Purna ini apakah memang hanya membuat bisnis saja? Kan enggak,” imbuhnya.
Padahal, migran dalam lingkup pemberdayaan tidak hanya soal bisnis atau berdagang. “Salah satunya ada ruang pendidikan yang harusnya bisa menjadi media, aktualisasi diri dan masih banyak ruang lainnya,” imbuh Bambang.
Setelah sekian tahun di luar negeri, BMI Purna diharapkan dapat mengembangkan potensi kemampuan resisten atau bertahannya. Dengan modal tersebut sejatinya mereka bisa mandiri dan berkembang jauh dibanding saat menjadi BMI.
Kali ini dari KAMI Ponorogo diwakili oleh Mbak Sulistyoningsih selaku Koordinator Simpul Daerah yang saat ini menjadi Ketua KAMI Ponorogo, Mbak Tri W yang menjadi pengurus KAMI Ponorogo dan Mbak Uswatun Khasanah dari Madiun yang juga gabung di KAMI Ponorogo.
Harapan KAMI Ponorogo, semoga ke depan membawa segala kebaikan dan keberkahan.
Dan semoga segalanya diberi kelancaran oleh - Nya sehingga apa yang KAMI harapkan bisa terealisasi , NYATA TERWUJUD. Aamiin Yaa Robb
Ciayoooooo .... Kayaooooo ..... Semangat ALL ...
Barokalloh
https://www.facebook.com/kami.ponorogo/media_set?set=a.1458922744327840.100006303843718&type=3
http://